Bersiaplah,Under Attack Cyber Indonesia saat ini sangat rawan tersulut perang cyber akibat konflik dikepulauan ambalat. Sejarah mencatat berbagai negara terlibat dalam perang Cyber akibat berbagai alasan konflik. Perang yang di sulut oleh berbagai alasan seperti kekuasaan, perekonomian, Agama dan suku. Indonesia sendiri pernah tiga kali mengalami serangan cyber. Serangan pertama berasal dari hacker RRC dan kelompok Cina perantauan pasca kerusuhan rasial Mei 1998. Serbuan kedua terjadi sebelum dan pasca jajak pendapat di Timor Timur 1999. Seorang portugis bahkan telah berhasil membobol 45 website Indonesia termasuk Departemen Luar negri. Serangan ketiga terjadi semenjak peristiwa Ambalat yang memicu para Hacker Indonesia menyerang website malaysia dan berhasil membobol 256 situs Malaysia dengan melakukan mass defacing berisi pesan antara lain Ganyang Malaysia. Gelombang serangan balik Malaysia pun berhasil membobol setidaknya 36 website Indonesia termasuk situs Departemen Dalam Negri. Sehingga Perang cyber ini sewaktu-waktu bisa saja terulang kembali.

Perang yang dapat dilakukan oleh anak kecil sekalipun, asalkan tahu caranya untuk masuk jaringan internet musuh dan mengacak-acak sistem, jadilah dia disebut Hacker. Internet adalah dunia maya dimana didalamnya terdapat arus lalulintas tanpa batas dan hambatan. Sehingga tidak jarang orang yang tidak mampu menyampaikan aspirasinya secara langsung, menggunakan internet sebagai jembatan yang efektif untuk menyampaikan informasi yang di kirimkan. Kita dapat melihat bagaimana Prita Mulyasari sebagai masyarakat kecil menyampaikan keluhannya melalui email karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk melawan RS. Omni Internasional. Hasilnya sungguh luar biasa seluruh masyarakat Indonesia heboh, begitu besarnya pengaruh internet bagi masyarakat dewasa ini.

Begitu besarnya pengaruh perang Cyber sehingga negara AS sebagai negara Adi Daya yang kita ketahui memiliki banyak urusan dengan negara ke-3 menjadi bulan-bulanan Hacker dari seluruh dunia. Tidak tanggung-tanggung pentagon mengeluarkan dana hingga lebih dari $ 100 Juta untuk menangkal Cyber Attack selama 6 bulan terakhir.

Memang efek Cyber tidak langsung kelihatan seperti kena terjangan besi panas muntahan dari pistol, tapi akan berdampak layaknya seseorang yang jaringan syarafnya tiba-tiba kacau balau walaupun tubuh luarnya kelihatan baik-baik saja. Sehingga gelombang perang cyber banyak melanda negara yang mengalami konflik seiring dengan perkembangan jaringan komputer.

Perang Cyber antara Palestina v.s Israel

Terjadi pada tahun 2000 dimana sedikitnya 15 website Palestina menderita kerusakan oleh terjangan hacker Israel. Sebaliknya serangan balik palestina berhasil membobol 40 website Israel yang berisi pesan “Bebaskan Palestina” dan “Bebaskan Khasmir”. Dalam perang Cyber tersebut hacker Palestina mendapat bantuan dari G-Force Hacker pakistan.

Perang Cyber India v.s Pakistan

Meskipun telah terwujud gencatan senjata namun para Hacker Pakistan tetap melakukan penyerangan, menurut The Economic Times 500 situs india berhasil di bobol. Dengan pesan berisi hujatan-hujatan terhadap pemerintahan India. Pakistan memiliki kelompok Hacker terbesar didunia diantaranya kelompok G-Force, Hacker pimpinan Docter Nuker yaitu Cracker senior pendiri Pakistan Hacker Club dan Nightman

Perang Cyber Cina v.s AS

Terjadi pada tahun 1999 s/d 2001 akibat konflik militer, dimana hacker Cina menyerang website AS sehingga menghancurkan sekitar 100 website. Sedangkan serangan balik AS merusak sekitar 300 website Cina. Serangan Hacker Cina di pimpin oleh Perserikatan Hacker China (HUC).

Perang Cyber Cina v.s Jepang 

Konflik berawal dari Pengeboran Minyak dan Gas di pantai Timur Cina pada Agustus 2001 dan penerbitan buku Sejarah Perang antara China dengan Jepang selama Perang Dunia II. Hacker Pro Cina menyerang dan bahkan menghancurkan website pemerintah Jepang. Terlebih karena di picu oleh Jepang tidak mau mempertanggung jawabkan tindakannya selama perang Duni II

.Perang Cyber

Perang secara pisik akan terjadi dalam gelombang dan kurun waktu yang tertentu saja, namun Cyber attack bisa ter jadi kapan dan dimana saja. Bahkan berasal dari negara yang kita anggap tidak bermusuhan dengan kita sekalipun. Seperti halnya yang dialami situs Mahkamah Agung yang di Hack pada tanggal 31 Mei 2009 bdengan pesan berisi “Dear Administrators Your website have bugs, timely repair please ! hacked by 3.a.m We love our motherland ! We love China ! Fucking japan !”.

Sekali lagi memang kita butuh kemampuan yang lebih baik dan harus di Update dengan software pelindung tiap kali agar jaringan komputer lebih tahan terhadap Cyber Attack kalau tidak mau data-data yang kita miliki dicuri orang atau rusak di acak-acak musuh yang tidak kelihatan.