MiG-25AS menemukan puluhan pesawat jet tempur Irak disebuah lokasi  lapangan pasir di sebelah barat Baghdad pada saat Operasi Desert Storm. Pada saat penggalian 10 kaki di bawah gurun Irak telah di temukan 30 pesawat MiG-25 dan Su-25.

MiG yang digali secara besar-besaran dari bawah gundukan pasir dekat Al Taqqadum oleh US Army dan personil USAF. Pesawat Tempur yang di temukan adalah pesawat MiG-25 Foxbat buatan Rusia yang merupakan pesawat tempur lanjutan dari MiG-25 sebelumnya dan belum pernah di lihat oleh pihat barat . Pesawat-pesawat tersebut dikubur secara besar-besaran dengan kondisi sayap dilepaskan.

MiG-25 dikembangkan oleh Rusia karena AS membangun pesawat pembom B-70 dan A-12. Pesawat AS tersebut dirancang untuk memiliki kemampuan membawa bom Nuklir ke Uni Sovyet dengan kecepatan Mach 3 pada ketinggian diatas 70.000 kaki. Untuk mengantisipasi sistem pertahan udara tersebut Uni Sovyet membangun pesawat dengan kecepatan tinggi sebagai pesawat pencegat sehingga lahirlah pesawat MiG-25.

Namun kemampuan pesawat MiG-25 baru sebatas kemampuan kecepatan tinggi dan kemampuan terbang tinggi namun karakteristik dalam pertempuran dogfighting masih rendah. Sehingg rancangan selanjutnya ditingkatkan dari MiG-25  menjadi MiG-31 yang memiliki signifikasi lebih rendah namun memiliki kemampuan lebih baik sebagai fighter.

Walaupun sistim elektronik MiG-25 sudah usang namun masih merupakan lawan yang berat bagi pesawat-pesawat AS. Terbukti pada  Operasi Desert Storm MiG-25 Irak berhasil menembak pesawat F/A-18C Hornet milik US Navy pada 17 Januari 1991. 

 

(Sumber)