Super Hornet

Super Hornet

Siraja Lautan itulah julukan yang di berikan kepada pesawat super Hornet. Munculnya Super Hornet adalah untuk menggantikan era Tom Cat, Hornet dan Prowler yang dianggap sebagai generasi penerus pemukul Angkatan Laut AS. Dimana Hornet versi lama dibuat tahun 1970 an sedangkan Super Hornet di buat seperempat abad kemudian atau tahun 2004

Tentu saja Super Hornet memiliki perbedaan dan kelebihan dibandingkan generasi terdahulunya yaitu Hornet. Pertama, ukuran tubuhnya yang 25 persen lebih besar ketimbang Hornet versi C/D. Kedua, meski berukuran lebih besar namun memiliki Structural Part 43 persen lebih sedikit.

kokpit

Ketige, memiliki radius tempur yang lebih besar karena memiliki dua mesin yang memiliki kemampuan yang lebih gede, demikian juga dengan kapasitas tangki yang memiliki daya muat 33 persn lebih besar mampu menambah jarak jelajah 41 persen dan endurance 50 persen lebih lama.

Keempat, memiliki kokpit yang lebih canggih dengan control display sentuh ber LCD besar yang memberi informasi taktis. Dilengkapi dengan peta digital warna sedangkan helm dilengkapi dengan kaca mata penglihatan malam (night vision goggles)

Kelima, menggunakan radar APG-73 yang memiliki kemampuan mengolah data lebih cepat dan dengan memori lebih besar dari pendahulunya.

Peluncuran Super Hornet dilaksanakan pada September 1995. Pada Januari 1997 berhasil mendarat pertama kali di kapal induk USS John C Stennis(CVN 74), beberapa kali dilaksanakan proses pengembangan kembali dan bekerja sama dengan NASA.

Tanggal 18 Oktober 2002 dua F/A-18 F dari gugus VFA 41 di Lemore Naval Air Station melakukan terbang latih namun kedua pesawat jatuh di lautan 80 mil sebelah selatan Monterey Calipornia.

Tanggal 6 November 2002 merupakan hari jadi pesawat Super Hornet karena mendapat penugasan dalam gelanggang pertempuran menuju sasaran di Irak Selatan dari kapal Induk USS Abraham Lincoln(CVN 72). Dengan berbekal precision guided Super Hornet menghujani instalasi di irak dengan sandi Operation Southern Watch.

Dari data yang tercatat total keinginan AL AS memiliki Super Hornet mencapai 548 hingga 1000 unit. sehingga pesawat yang akan dikirim boeing kekapal induk AS mulai 2005 hingga 2009 rata-rata sebanyak 42 pesawat.

Gak kebayang betapa besar anggaran yang harus di keluarkan untuk pembuatan pesawat, mungkin kita baru sampai pada renca pengembangan Angkatan Udara namun realisasinya kita lihat saja nanti… adalahhh.