Akhirnya Indonesia berhasil membuat babak baru dalam pengembangan teknologi keruang Angkasaan.     Tanggal 10 Januari 2007 diluncurkan satelit pertama buatan sendiri. Satelit tersebut di beri nama Lapan Tubsat yang di luncurkan dari Pusat Ruang Angkasa Sriharikota India, dengan roket Polar (PSLV, Polar Satellite Launch Vehicle)  pada pukul 10.53 WIB.


Satelit Lapan Tubsat tersebut berbentuk kotak masif berwarna hitam berukuran 450 X 450 X 275 mm, berukuran mikro  dengan kriteria berat di bawah 100 kg. Memiliki dua kamera analog biasa merek Sony. Satu dengan kemampuan resolusi 200 m dengan lebar sapuan 81 km sedangkan kamera lainnya berkemampuan lebih tinggi dengan resolusi 5  m dan lebar sapuan 3,5 km. Sehingga dapat digunakan sebagai alat penginderaan jarak jauh.

Aktifitas satelit dikendalikan di Rumpin Bogor dan stasiun serupa di Jerman. Perancangan dimulai tahun 2003 dan melibatkan 12 insinyur dari ITB, PT DI, LIPI, LEN dan Lapan. 

Lapan yang telah menguasai basis teknologi roket pendorong pernah mendapat isyarat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengembangan rudal antara China dengan Indonesia. Yang mampu melontarkan muatan di atas 500 kg ketempat yang lebih jauh dari 300 km. Sehingga keinginan tersebut meresahkan negara-negara tetangga. Namun akhirnya program tersebut hilang tertelan angin.

peluru-kendali

Rudal Balistik saat perang Irak

Bisa dibayangkan seandainya program pembuatan rudal tersebut dilanjutkan, tentu negara tetangga akan berpikir sepuluh kali untuk mencoba-coba mencaplok kepualuan negara kita.