Sabtu, 14/309 pagi Ketua Harian PB Fasi beserta rombongan tiba di bandara Hananjoeddin dengan menggunakan pesawat CN235. Setelah beristirahat sejenak di Vip Room perjalanan dilanjutkan meninjau Pantai Wisata Tanjungpandam dimana akan dilaksanakan berbagai demo olah raga dirgantara dalam rangka pengukuhan pengurus Fasida propinsi Bangka Belitung periode 2008-20013.

Dari Bandara Hananjoeddin perjalanan di lanjutkan menuju Tanjung Kelayang menikmati panorama pantai yang indah dan melaksanakan makan siang di Rumah Makan Mabai yang berada di tepi pantai.

Selesai makan siang rombongan kembali menuju pantai wisata Tanjungpendam mengikuti rangkaian demo yang akan digelar oleh atlit-atlit Fasi, baik yang berasal dari fasi pusat maupun yang berasal dari Belitung. Ternyata masyarakat sudah memenuhi pantai wisata tanjungpendam untuk menyaksikan demo olahraga dirgantara tersebut.

Pukul 14.10 wibb Terlihat pesawat melintas semua mata memandang keatas namun belum ada seorang penerjunpun yang kelihatan. Sementara itu Atlit Aero modeling sudah mulai menghidupkan mesin-mesinnya, demikian juga pesawat aeromodelling yang di tarik dengan tali dan terbang layang menggunakan para motor.

Akhirnya pesawat melintas lagi dan kali ini terlihat lima orang peterjun melayang dengan indahnya di udara. Masyarakat pun bersorak dengan riuh karena pemandangan ini memang sangat langka terlihat di Bangka Belitung. Dengan gerakan yang indah satu persatu peterjun mendarat dengan mulus tanpa hambatan. Pesawat Aeromodeling dan para motor pun tidak ketinggalan mulai berseliweran di hadapan para pengunjung yang tidak jemu memandang.

Satu buah pesawat Helicopter kelihatan melakukan gerakan-gerakan akrobatik tentunya dikendalikan oleh pilot yang sudah berpengalaman, sementara itu para motor yang terbang rendah di atas pengunjung mengundang decak kagum yang tak putus-putusnya, sungguh pemandangan yang memikat bagi masyarakat Belitung. Sementara itu pesawat aeromodeling yang dikendalikan menggunakan tali kelihatan meliuk-liuk dengan lincahnya.

Yang menarik adalah pesawat aeromodelling yang dikendalikan dengan tali karena harganya tidak begitu besar dan bisa saja dikembangkan di sekolah-sekolah sebagai bahan ketrampilan tambahan. Demikian juga dengan pesawat yang tanpa menggunakan mesin tentunya harganya jauh lebih murah dimana dengan mengeluarkan dana sebesar Rp 50.000,- saja sudah dapat memperoleh satu unit. Menurut Yan Fajar Azwar Salah seorang Instruktur pada Al-Azhar Control Line Flying Club mengatakan bahwa Olah Raga ini sudah di pertandingkan di tingkat nasional.

Pukul 16.30 wibb kegiatan demo berakhir, satu persatu pengunjung meninggalkan Pantai Wisata Tanjungpendam. Namun bagi masyarakat Belitung hari ini memberikan kesan tersendiri dan memberi warna baru dalam dunia Olah raga di Belitung yaitu Olah Raga Dirgantara. Semoga pada waktu berikutnya atlit-atlit Fasi tumbuh dan berkembang di Bumi Bertuah ini. Salam Olah Raga.