Rabu 25/2 pukul 06.30 Konvoi kenderaan Lanud Tanjungpandan bergerak keluar markas komando menuju AWR Buding.Jalan aspal yang berliku akhirnya berganti dengan jalan tanah yang berlumpur setelah lk 30 menit perjalanan. Kecepatan menjadi perlahan saat Memasuki area latihan penembakan udara Buding dan akhirnya berhenti di jantung Area Latihan.


Segera personel yang ada di atas truk bergegas turun, dengan membawa berbagai peralatan latihan yang dibutuhkan dalam latihan menembak. Masing-masing regu bertindak sesuai tugasnya masing-masing, membawa logistik, memasang tenda, memasang genset, menyiapkan senjata, memasang target dan menyiapkan meja kursi. Tidak lama berselang seluruh anggota sudah bersiap kembali dalam barisan untuk menerima pengarahan.Diawali oleh Komandan Lanud Tanjungpandan Letkol Pnb Heddezul memberikan penekanan untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatan dalam latihan menggunakan peluru tajam.

” Sanksi yang berat akan saya berikan bagi prajurit yang kedapatan bermain-main dengan senjata dan amunisi” demikian pernyataan Komandan Lanud dalam pengarahan singkat tersebut.Beliau menambahkan pula ” Harapan saya anggota prajurit Lanud Tanjungpandan dapat meningkatkan prestasinya, sehingga rata-rata anggota Lanud Tanjungpandan dapat memiliki kemampuan yang baik dalam menembak dengan menggunakan senjata laras panjang maupun pendek “.

Tepat pukul 08.00 satu ledakan terdengar memecah kesunyian area Latihan Penembakan Udara Buding. Diikuti suara rentetan senjata personel lainnya yang ada dalam posisi tiarap dan mengarahkan senjata pada sasaran target yang telah di persiapkan.

Latihan yang di gelar kali ini adalah latihan menembak yang merupakan bagian dari latihan Kamhanlan Triwulan pertama. Menggunakan senjata laras panjang SS1 dan laras pendek pistol p2 dengan menggunakan amunisi peluru tajam. Yang diikuti oleh seluruh anggota lanud tanjungpandan.

Ada tiga posisi menembak yang dilatih dalam kegiatan ini yaitu posisi tiarap, posisi jongkok/duduk dan posisi berdiri. Posisi tiarap adalah yang paling stabil sehingga pada saat menembak peluru percobaan umumnya dilakukan pada posisi ini. sedangkan posisi berdiri adalah posisi paling sulit, karena harus menahan beban senjata di salah satu tangan kiri maupun kanan bagi yang kidal.

Dalam pelaksanaan latihan tidak jarang terjadi amunisi macet atau tersangkut sehingga menghambat jalannya latihan. Hal tersebut harus di tangani dengan hati-hati oleh personel tersebut, guna menghindari terjadinya ledakan diluar sepengetahuan.

Dalam latihan tersebut tidak ketinggalan Wara semata wayang Lanud Tanjungpandan serda April, ikut menghujani sasaran target dengan peluru panas melalui senjata SS1 yang di sandangnya. Hasilnya ia memperoleh 168 point.Hasil yang lumayan bagi ibu seorang anak yang baru genap setahun minggu depan yang bernama Bertha Frederika Lubis.

Pukul 04.15 Latihan menembak selesai dilanjutkan dengan pemeriksaan peralatan dan kekuatan satuan. Selanjutnya seluruh personel sudah berada di kenderaan masing-masing dan konvoi kembali bergerak menuju markas.

Ada letih, ada suka, ada canda ada duka tapi prajurit tetap prajurit.Disaat tubuh sudah tidak berdaya, disaat keringat sudah habis menetes… yang tertinggal adalah… kebanggaan. Sayup-sayup terdengar lagu ” Aku bangga menjadi seorang prajurit, apalagi prajurit udara,…