Beijing, Kompas – PT Telkom Tbk melebarkan kerja sama satelit komunikasi dengan China. Selama ini Telkom hanya bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa.

Kerja sama dengan China itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama PT Telkom Arwin Rasyid dan Presdir China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) Wang Haibo, Jumat (16/2) di Beijing, China.

Langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan PT Telkom membuat dan meluncurkan satelit baru pada tahun 2014. “Usia aktif Telkom-1 milik Telkom akan berakhir tahun 2014. Maka itu, kami mulai mempersiapkan peluncuran satelit pengganti,” kata Arwin Rasyid.

Kepala Divisi Infrastruktur Telekomunikasi PT Telkom Sarwoto Atmosutarno menjelaskan, seiring perkembangan teknologi satelit yang kian pesat, negara-negara yang menguasai industri satelit juga semakin banyak.

Jika selama ini teknologi banyak didominasi negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia, kini muncul China sebagai salah satu negara yang diakui penguasaan teknologinya tinggi.

Dengan menggandeng banyak negara pemasok satelit, PT Telkom mengharapkan bisa mendapatkan satelit yang andal dengan lebih efisien dan efektif.

Saat ini Telkom memiliki dua satelit komunikasi, yaitu Telkom-1 yang diluncurkan 13 Agustus 1999 dan Telkom-2 yang diluncurkan 17 November 2005. Untuk pembuatan dan peluncuran Telkom-2, dibutuhkan biaya sekitar 160 juta dollar AS.

Dalam pembuatan kedua satelit yang memiliki masa aktif 15 tahun tersebut, PT Telkom bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa.

Satelit baru yang rencananya dinamakan Telkom-3 itu diproyeksikan memiliki kapasitas yang lebih besar dengan 42 transponder dan dapat beroperasi pada beberapa frekuensi. Telkom-3 akan dipakai untuk mendukung ekspansi Telkom dalam bisnis seluler dan internet.

Kerja sama yang dijajaki PT Telkom dengan BUMN di bawah naungan Kementerian Industri Luar Angkasa China tersebut meliputi berbagai bidang, antara lain desain, pabrikasi, perakitan, pengetesan, dan peluncuran satelit telekomunikasi.

Wang Haibo mengatakan, CGWIC merupakan perusahaan yang diakui secara resmi oleh Pemerintah China sebagai penyedia layanan teknologi luar angkasa.

CGWIC memiliki kemampuan untuk meluncurkan sendiri satelit ke Geo Stationery Orbit menggunakan roket Long March. CGWIC tercatat telah meluncurkan satelit ke orbit hampir 100 kali sejak pertama kali berdiri tahun 1970 (sumber)