PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan memodifikasi sebagian helikopter Super Puma I yang tengah dalam pengerjaan menjadi Super Puma II (Cougar) yang merupakan seri terbaru untuk menguasai pasar helikopter khusus Angkatan Udara di kawasan Asia.

“Dari 16 helikopter Super Puma I yang dipesan TNI Angkatan Udara pada 1998, enam yang masih dalam pengerjaan akan dimodifikasi menjadi Cougar yang lebih baru teknologinya,” kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso menjawab ANTARA News di Jakarta, Rabu.

Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) melakukan pemesanan 16 Helikopter Super Puma NAS 332 beserta suku cadangnya dari PT DI berdasar kontrak jual beli (KJB) 010 pada 1998.

Dari 16 unit yang dipesan, baru tujuh yang telah selesai dan diserahkan ke TNI AU. Sedangkan sembilan unit lainnya, tersendat-sendat pengerjaannya karena keterbatasan dana.

Dari sembilan unit tersebut, tambah Budi, tiga unit telah memasuki tahap penyelesaian sedangkan sisanya akan di`korbankan` dimodifikasi menjadi Super Puma II atau “Cougar”, yang merupakan kerja sama antara PT DI dengan Eurocopter Perancis.

Modifikasi itu, lanjut dia, karena perkembangan teknologi yang makin canggih untuk heli Super Puma. “Ini pengadaannya sudah terlalu lama, sedangkan teknologinya terus berkembang, maka kami putuskan untuk melanjutkan pengadaan Super Puma TNI AU dengan jenis yang lebih baru, dari Super Puma I menjadi Super Puma II atau `Cougar`,” jelas Budi.

PT DI berkerjasama dengan Eurocopter membuat komponen Helikopter Super Puma II (Cougar) seri terbaru untuk menguasai pasar helikopter khusus Angkatan Udara di kawasan Asia.

Helikopter “Cougar” buatan PT DI itu diberi nama NAS 532 dengan spesifikasi antara lain, mesin 2xTurbomeca Makila 1A1 1,874hp Turboshaft engines, panjang baling-baling 15,508m, W (rotor diameter)- 15.60m, tinggi 4.9m, bobot kosong 4,321 kg dan berat isi maksimum 8.961 kg.

“Cougar” memiliki kecepatan maksimum 261 kph, dengan jelajah 616 km. Sedangkan persenjataan yang diusung adalah 2x pintle-mounted 7.62x51mm GPMGs, 20mm GIAT Cannon, 68mm rockets. (sumber)